Sabtu, 28 Agustus 2010

perombakan

selamat malam.

seharusnya aku ada di restoran sekarang, buka bersama teman sekelas, buka bersama terakhir kami. namanya juga anak paling senior di sekolah, apa-apa dianggap seperti tidak akan bertemu lagi. seharusnya aku sedang minum milkshake coklat sekarang, atau mengoleskan sambal banyak-banyak ke pipi teman sebelah, atau menuangkan saus tomat ke piring, membentuk kata "enak deh steaknya, makasih mas!" lalu dikatai pembuang makanan oleh aulia, lalu menceritakan cerita konyol tentang makanan yang menangis jika dibuang, dan beberapa keasikan lainnya.

tapi aku tidak disana. aku disini, di depan komputer,mendengarkan anak tetangga latihan takbiran sambil melakukan perombakan.

bukan hanya perombakan blogku ini lho ya. walaupun memang aku sudah bosan dengan warna hijau lumut. kesannya seperti orang pemalas yang hanya berdiam diri karena sudah merasa nyaman dan tidak ingin lebih, sampai-sampai bokongnya berlumut. dan aku tidak ingin menjadi seperti itu.

kenapa kulit zebra? karena ternyata loreng pada zebra seperti sidik jari manusia, setiap zebra lorengnya berbeda. walaupun semuanya bergambar garis hitam melengkung, tapi percaya deh, pasti berbeda, walaupun hanya di lengkungan garis dekat ketiak atau lutut. yang aku mau bilang, rasanya gak adil sekali kalau kita hanya menilai orang dari sudut pandang kita. semua orang itu beda. aku merasa jijik saat mengingat bahwa aku dulu sering mengganggap bahwa si A itu payah karena tidak suka membaca, padahal dia bisa menggambar kucing atau pohon-pohon berdahan banyak mirip aslinya. aku mengganggap si D kuno sekali karena tidak tahu rok model apa yang sedang nge-tren saat ini, tapi aku hanya bisa melongo saat dia mengerjakan matematika tanpa kesulitan dan tanpa bertanya teman.

duh, malunya.

rasanya seperti semua mata memandang padaku, dan kedua ujung mulut mereka tertarik ke samping, mengeluarkan desisan menghina



sok amat sih kamu!

tapi tidak, mereka tetap baik padaku. mereka tetap mengangguk sambil tersenyum jika aku ingin meminjam penghapus, dan mereka tidak marah jika penghapusnya kukembalikan dengan cara yang kurang sopan. dan itu membuatku tambah malu.

dan sebenarnya banyak lagi kekuranganku, yang jika kutuliskan, akan menjadi beratus-ratus kata. tapi tujuan kalian membaca blogku kan bukan untuk membaca sampah, jadi tidak kutuliskan.

kurasa ramadhan ini momen yang tepat untuk merombak diri. sifat mana dari diri kita yang mengelikan, sifat mana yang ingin kita jadikan kebiasaan, hal asik apa yang ingin kita lakukan.

karena semua orang tidak ingin diam di suatu tempat terus menerus sampai bokongnya berlumut.

ohya, mungkin kalian akan bertanya, kenapa nama blogku merusak selera makan?

guru matematikaku pernah bercerita (beliau guru matematika, tapi menurutku tidak masalah juga kalau beliau jadi guru konseling)pernah bercerita bahwa jika kita jatuh cinta, tahi bisa berasa coklat, dan bila patah hati coklat jadi seperti tahi. (walaupun pernah saat patah hati aku makan gule, dan rasanya tetap seperti gule kok)

tapi menurutku hidup juga begitu. jika kita sedang sedih, semuanya jadi terasa buram, tapi jika kita melengkungkan bibir kita ke atas, rasanya semua benda ikut gembira bersama kita. kalau begitu kenapa tidak merubah semua hal jadi terlihat menyenangkan hingga kita terus gembira?

selamat merombak!

Kamis, 12 Agustus 2010

hiding behind mask

aku suka nulis diari, sejak kelas 6 sd. tau lah, anak sd kan kalau disuruh jaga rahasia malah semangat untuk ngebocorinnya, jadi suatu hari, aku menyobek buku ipaku menjadi sebuah diari.

aku gak suka kata 'diari', nulisnya aja bikin malu. oke-oke aja kalau isi diarimu itu tentang kemelut perang dunia 2 seperti milik anne frank, tapi kalau isinya tentang betapa menyebalkannya masmu atau kenek bis serem tadi tidak memberimu kembalian, kayaknya enggak deh. aku tidak menamainya kitty dan menganggapnya sahabat setia seperti yang anne lakukan. aku malah menyuapinya 'sampah' setiap malam, tanpa menyapanya dengan embel-embel 'dear'. aku bercerita semuanya padanya. semuanya itu berarti semua yang aku pikirkan seharian. siapa orang yang aku sirikin setengah mati, hal-hal memalukan yang aku lakukan, dan lainnya. pokoknya hal-hal yang kalau sampai orang lain tahu, entah mau ditaruh dimana mukaku ini.

tapi rasanya legaaaaaa sekali setelah bercerita. rasanya seperti ada beban dihatimu, dan dia bersedia untuk membantu membawakannya. aku jadi bersikap objektif terhadap diriku sendiri karena sekarang aku berada di posisi 'pembaca' dan aku jadi tahu 'shifa' itu seperti apa.

dan ternyata aku itu memakai topeng.

bukan topeng seperti kalau kita berpesta hallowen lho. tapi topeng sifat kita yang sebenarnya dengan sifat yang kita perlihatkan kepada orang lain.

orang bisa mikir aku orangnya begini, padahal sebenarnya aku begitu. mereka melihat aku sebagai orang yang A, padahal aslinya aku itu orang yang B.



aku bertaruh kamu pasti juga begitu :) bukannya gak mungkin tapi memang susah untuk jadi orang yang gak munafik. aku bahkan pernah melihat seseorang yang berkoar-koar bahwa si artis A dan LM pantasnya dirajam, tapi saat suatu hari tak sengaja kuutak-atik hpnya, eh ternyata dia punya videonya. dalam versi yang durasinya paling lama pula.

aku sedang berusaha melepasnya. susah. rasanya image yang kita buat sudah menempel dengan baik di kepala orang-orang. dan ketika aku sedang memperkenalkan diriku yang sesungguhnya, mereka tak peduli. mereka punya dunia mereka sendiri, aku punya duniaku sendiri. jujur, aku gak suka kehidupan remaja sekarang, terlalu membuang waktu. dan aku paling tidak suka saat upacara. kenapa? karena mereka menganggap upacara adalah waktu untuk berdiskusi gebetan terbaru mereka, dan bukannya menghormati pahlawan kita. saat aku menyuruh mereka untuk tenang, mereka hanya tersenyum simpul lalu bercengkrama kembali. duh.

mereka bilang aku terlalu serius. maka aku akan bilang kalian terlalu santai. aku juga masih labil, sama seperti kalian, aku juga mengganggap tamaki di ouran high school itu gantengnya ampun-ampunan. tapi aku cuma ingin mencoba merubah dunia yang rasanya semakin ngeri saja. apalagi negara kita. kalau kalian suka membaca koran, kalian pasti mengerti maksudku.

tapi aku cuma sendiri. apa yang bisa dilakukan anak berkacamata sepertiku? aku mungkin termasuk golongan geek, tapi tau tidak, aku gak peduli. sepanjang aku bisa membaca banyak buku, agar aku tahu apa yang bisa aku lakukan untuk setidaknya membuat sedikit perubahan, it's fine.

aku memang agak lemah dalam hal bersosialisasi. berkenalan dengan orang lain? duh, mimpi buruk. aku harus menciptakan daftar obrolan yang menarik agar lawan bicaraku tidak bosan. tapi, aku akan berusaha.

mari bersama-sama kita bangga dengan bangsa kita sendiri, membelanya sampai titik darah terakhir seperti yang ada di pelajaran pkn.

maka nun jauh di atas sana, para pahlawan kita sedang tersenyum.