Minggu, 07 Februari 2010

streets, a place where you live

halo, lagi makan biskuat nih, sambil nonton kartun avatar, berasa jadi dalai lama.
pasti asik deh ya jadi pemimpin gitu. dari dulu aku selalu pengen jadi pemimpin, entah itu ketua kelompok kimia atau panitia tujuh belasan. remeh memang, tapi dimataku pemimpin itu punya sesuatu yg lain,kayak punya bodyguard yang nempel di sisi kanan-kirimu sepanjang hari, naik mobil yang panjangnya menyamai bus kota, makan steak tenderloin dobel tiap malam, punya satu kalimat ajaib: eh-gue-pengen-itu-deh lalu voila! asistenmu akan sekuat tenaga mengabulkan permintaanmu.

tapi dari dulu aku pasti cuma dapat satu jabatan agung: anggota. orang yang mengikuti ketuanya kemanapun dia pergi dan bertepuk tangan riuh jika ketua mereka menemukan suatu ide jenius. jadi daripada kalian mendengar hal-hal menyedihkan selama aku menjabat sebagai anggota di kelompok bahasa inggris - seperti disuruh bolak-balik fotokopi- lebih baik kita membicarakan satu kata yang lebih asik saja. seperti jalanan misalnya.

kemarin aku mendapat sms berisi pertanyaan standar anak sd: apa hobimu? hobi kan berarti sesuatu yang senang kamu lakukan. dan aku senang berjalan, memainkan tangga nada B di piano, makan brownies amanda dan menyembunyikan krayon lia. tapi aku berpikir jangan-jangan orang ini agen pencari bakat, yang mengirim pesan ke semua anak di penjuru dunia. taruhan deh, pasti dia sudah muak dengan kata, membaca, berenang, bermain biola, menyanyi, menulis dan tetek bengek hobi pasaran lainnya. jadi, agar orang itu tidak mati kebosananan karena membaca kata bermain tenis, aku pun menjawab: hobi saya belajar.

padahal aku punya hobi baru belakangan ini. aku suka memperhatikan orang di jalanan. dan aku menemukan hal-hal menarik di sana. coba tebak? aku pernah melihat serombongan pelayat yg malah memakai baju-baju cerah, ibu-ibu berpakaian sangat minim sedang menggendong bayinya sambil merokok, bapak-bapak tukang angkut sampah yang berhandphone BB dan nenek-nenek tua yang memakai stocking bergambar elmo. wow, isn't that amazing?

jalanan, tempat dimana kamu tinggal. dulu aku selalu tidak peduli dengan jalanan. bodo amat deh mau ada apa, yang penting aku sudah ganti status di twitter atau bab 45 sudah selesai kubaca. aku selalu autis dengan HP atau buku cerita. tidak pernah terbayang olehku ada ungkapan duniamu universitasmu. belajar tidak hanya dengan segala buku membosankan seperti geografi 8A tapi bisa juga dengan memperhatikan sekitarmu.

seperti kebanyakan orang indonesia lainnya, aku menganggap dunia barat seperti atlantis. surga dunia. tempat semua hal menjadi mungkin. aku sering bertanya-tanya bagaimana mereka bisa semaju itu? mereka juga manusia sama seperti kita, mereka juga punya hidung satu dan bukannya tiga, sama seperti kita. intinya : kita sama. tapi apa yang membuat kehidupan kita bisa sangat jauh berbeda?

setelah aku mengamati, membaca buku kesana kemari,ternyata orang barat sangat menghargai semua hal kecil di sekitar mereka. mereka sangat menghargai sampah, sehingga negara mereka seperti dipel ratusan orang tiap menit, hak-hak wanita sangat dijunjung, sehingga tak heran banyak pemimpin wanita disana. dan lagi, mereka menghargai jalanan sebagai tempat berekspresi, dan bukannya tempat membuang air seni.

sebut saja deh: harajuku style, seunik-uniknya gaya tumplek blek disini.





lagu hip-hop, break dance,

si oke david blaine the magician



the furry red elmo,

dan pasti, Julian Beever The Greatest street painter ever.













so, ready for pay more attention to the street? :D

2 komentar:

  1. cool painting! keren bgt. seumur-umur aku belom pernah gambar sesuatu yg seolah-olah hidup dan ada di dunia ataupun sedang melakukannya (pdhl cuma di jalan -.-)

    BalasHapus