Minggu, 25 Oktober 2009

fucking train

tau gak, pantatku jadi dua kali lipat lebih besar sekarang

aku janji siapapun yang membuat benda melata bernama kereta ini, riwayatnya sudah tamat kalau nanti kami bertemu

lagipula, ya tuhan, kota apa sih bandung itu sampai bandara aja gak punya?

aku, rashifah dyah kanina, sudah duduk di kursi ini selama 8 jam, dengan sawah yang memonopoli pemandangan.

ya ampun masinisnya kayak gak pernah jadi pelajar aja. dia pernah gak terperangkap di sebuah kereta tua, dan duduk di sana selama 8 jam dengan perut meringis dan buku pkn di tangan?

tapi aku sudah belajar kok, suwer deh, aku udah hapal tentang ppki, ir soekarno, 31 mei dan ini dan itu walaupun aku gak tahu apa gunanya belajar itu semua kalau toh besok kamu bakal jadi penulis ngetop.

dan yaampun kamu harus liat kamar mandinya. wcnya terbuka jadi apa yang kamu keluarkan bakalan langsung jatuh di jalan.

tidak deh, terimakasih, aku bukan manusia purba.

sekarang aku lagi ada di wates. keretanya berhenti di tempat tak semestinya. ini gak adil, aku kan mau pulang. oke aku mau demo aja biar kereta ini bisa secepat pesawat. aku bakal melobi banyak orang supaya keretanya ngebut dan mau mengembalikan uang kami sebagai ganti rugi. dan khusus untuk aku ganti ruginya bakal banyak banget.
mereka harus ganti rugi karena masinis mereka gak cakep, jadi gak ada obat bosan disini. dan lagi, cowok bule yang matanya biru tadi cepet banget turunnya, padahal belum sempat kufoto, jadi mereka harus ganti rugi juga.

ya tuhan padahal besok aku mid. aku gak peduli sih sama mtk, fungsi dan fungso dan fungsu tapi sekolah-sekolah di prancis cuma menerima anak-anak luar biasa cerdas jadi aku harus tetap belajar -. .-

aku benci kata belajar, mendengarnya saja aku langsung pusing.

ahh keretanya udah mulai gerak, pas kebo-kebo tadi itu pulang. gengsian banget sih nih kereta.

sumpah aku gak akan mau naik kereta lagi untuk selamanya.

wish you get the plane ticket :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar